Postingan

Sepeda Khayalku

Kayuh,,,Kayuuh,,,Kayuuuh,,, Sepedaku mengkayuh sendiri sekuat tenaga untuk terus berjalan mengarungi kehidupanku,,, Letih selalu mejadi harapan baru untuk selalu menunggu adanya secercah harapan,,, Ketika secercah cahaya hanya bualan diri sendiri sepedaku tetap mengkayuh dirinya untuk terus melaju,,, Mengkayuh walau pedih perih hati sepedaku,,, Mengkayuh walau kaki sepedaku telah serupa kaki gajah,,, aku harap sepedaku bisa menjelajahi semua tempat-tempat yang ada dihatiku,,, Menyinggahi ruang-ruang dihatiku, lalu mampir kekedai kopi yang ada didekat ujung pikiranku,,, Lalu singgah dihotel melati yang ada didepan gang pikiranku, beristirahat sejenak sambil berkaraoke menyanyikan bait-bait kerisauan dan ditemani oleh ayam-ayam cantik yang lusuh karna sehabis melewati malam dengan gagak-gagak berdasi,,, Lalu kembali berjalan lagi untuk menunaikan tugas yang dipikulnya yaitu menuju tempat yang paling sunyi, paling sepi, paling gersang dan tandus dan tempat yang paling menyedihkan...

"TANTE"

“ Koran, koran koran, korannya pak, korannya bu,,,!!! Pekikku mengalahkan suara deru mobil-mobil mewah yang setiap hari membuat ibukota selalu macet. Sudah tiga jam aku berteriak-teriak tapi koranku masih belum laris juga, sudah hampir tujuh tahun aku menjadi tukang koran. Pekerjaan yang sudah mendarah daging sepertinya. Dari kecil aku dilahirkan dikota pengap ini, jalanan adalah tempat permainanku. Aku putus sekolah ketika aku duduk dikelas empat SD. Maklum ayahku hanya tukang sol sepatu dan ibuku sudah meninggal sejak aku lahir, itupun kata ayahku. Karena hari sudah beranjak sore akupun memutuskan untuk pulang, sebelum itu aku akan mampir kekios bang Ucok untuk mengembalikan koran yang belum laku. Lorong-lorong pengap sudah biasa bagiku, selokan berbau busuk teman setiaku yang selalu menyapaku setiap pagi dan sore karena selama empat belas tahun aku sudah menjadi bagian dari mereka. Ekonomi dan kejamnya persaingan diibukota yang mengharuskan aku tinggal ditempat yang tidak layak be...

" MIMPI "

Malam semakin larut ketika nyawa-nyawa telah kembali keperaduan terlelap diselimuti dingin Sendiri meratapi sunyi ketika berharap yang dinanti akan datang membelai hati Terpaku dalam diam melihat mimpi-mimpi mereka yang indah Sedangkan mimpi sendiri masih dibawa oleh yag dinanti Menunggu dan berharap mimpi akan kembali bersama yang dinanti Walaupun mimpi itu selalu terbit dan tenggelam dipermainkan oleh yang dinanti Tetapi aku akan tetap selalu menanti, berharap dan menunggu walau kutahu hanya kosong yang akan kuterima,,,,!!!!

Gerimis Sore Ini

Kulirik ponselku berkali-kali, tak ada tanda-tanda munculnya telpon ataupun sms yang masuk. Rasa cemaspun tak terelakkan lagi. “ Kemana Yudis ya, kok udah tiga hari ini gak ada kabarnya.” Pikirku dalam hati. Sebenarnya dari kemarin aku sudah mencoba untuk pergi kerumahnya tetapi Yudis berpesan untuk tidak menghubungi ataupun kerumahnya dulu, akupun tidak tahu apa alasannya. Tapi rasa rindu ini sudah tak dapat kutahan lagi akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumahnya malam ini. Jakarta memang selalu macet tanpa mengenal waktu dan aku sudah terbiasa dengan hal itu. Laju mobilku terasa sangat lambat, apapun yang kukerjakan tanpa Yudis semuanya terasa sangat lambat. Ketika memasuki pekarangan rumah Yudis kulihat tak ada tanda-tanda kehidupan disana alias sepi sekali. Akupun langsung turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu rumah yang telah kuanggap rumahku sendiri. Karena aku sudah menganggap Yudis dan keluarganya adalah bagian dari hidupku karena kami sudah lumayan lama berpacaran. ...

Nasionalisme Tak Perlu Banyak Bicara

Prolog : Sore yang indah ditemani kicauan burung terlihat dua orang belia yang sedang duduk dengan kesibukannya masing-masing.Tampak diwajah mereka yang prihatin akan keadaan negaranya yang semakin kacau. Tak lama teman merekapun datang dengan wajah marah dan sama-sama prihatin dengan keadaan pemerintah sekarang. Yogi : (Masuk keruangan sambil marah) " Gila, negara kita nih bener-bener gak jelas banget. Dasar pemerintahnya gak tegas sih, coba sekali-sekali mereka semua dikasih tindakan kek, ini gak,,,!!! Ratih & Tasha : (sama-sama moneleh kearah yogi yang baru datang dan duduk didepan tv) Ratuh : " kamu kenapa gi,,??? Kesambet setan apa dateng-dateng marah-marah gak karuan,,,??? Mana pake ngomongin soal pemerintah lagi, untuk kita gak dizamannya bapak pembangunan,,,!!!" Yogi : ( masih dengan ekspresi yang sama bercampur bingung) Emangnya apa hubungannya sama zaman bapak pembangunan,,,???" Tasha : " Ya kalo kamu nyinggung-nyinggung soal pemerinta...

Dia Briliant Permana

" Cha, yang bener aja loe suka sama yang gituan,,,gak salah,,,??? Strez sih strez tapi gak kayak gitu juga kalee,,,!!!" Itulah beberapa komentar dari teman dekatku dikantor, setelah setahun putus dengan mantanku aku memang lebih memilih untuk sendiri dulu. Dibenakku hanya terpikir untuk bekerja dan bekerja, tak ada niat lagi untukku bersenang-senang seperti dulu. Time is over waktunya melangkah maju dan memikirkan masa depan meskipun tanpa seorangpun yang mengisi hatiku. Sampai akhirnya ada seseorang yang datang tanpa sengaja dan mulai mengusik hatiku. Aneh memang karena kami belum pernah bertemu sekalipun tetapi rasanya kami sudah mengenal cukup lama. Memang pekenalan yang aku alami dengan Dia sangat aneh dan unik yaitu kami berkenalan melalui situs jejaring sosial. Dan kalau boleh dibilang sekarangpun aku menjalani hubungan yang cukup aneh dengan Dia. Tak heran jika rekan-rekan dikantorku banyak yang berkomentar aneh juga tentang hubunganku dengan seseorang misterius disan...

SALINGSAPA SALING BERTEMU

Sore ini aku berencana kewarnet langgananku yang tidak jauh dari tempat kerjaku. Hmmm, seharian ngoceh memang paling enak menghibur diri dengan membuka beberapa jejaring situs sosial yang kumiliki. Tak lupa juga aku mencoba jejaring situs sosial yang baru-baru agak menghebohkan Indonesia, karena salah satu anak bangsa yang masih berumur 14 tahun bisa membuat situs jejaring sosial dan penggunanyapun lebih dari 100 negara. Ternyata anak bangsa gak malu-maluin banget pikirku dalam hati. Akupun mempercepat laju motorku, tak lama akupun tiba didepan warnet yang hampir setiap aku punya waktu senggang aku selalu menyempatkan untuk bermain. Selain tempatnya yang nyaman orang yang menjagapun semuanya sangat ramah kepadaku. Setelah berbasa-basi sebentar akupun menuju bilik yang kosong. Klik, klik, klik mouse yang kupegangpun langsung bekerja. Hmmm, ternyata situs jejaring sosial yang baru inipun agak sedikit ribet mungkin karna aku belum terbiasa menggunakannya.Setengah jam berlangsung da...