Gerimis Sore Ini

Kulirik ponselku berkali-kali, tak ada tanda-tanda munculnya telpon ataupun sms yang masuk. Rasa cemaspun tak terelakkan lagi. “ Kemana Yudis ya, kok udah tiga hari ini gak ada kabarnya.” Pikirku dalam hati.
Sebenarnya dari kemarin aku sudah mencoba untuk pergi kerumahnya tetapi Yudis berpesan untuk tidak menghubungi ataupun kerumahnya dulu, akupun tidak tahu apa alasannya.
Tapi rasa rindu ini sudah tak dapat kutahan lagi akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumahnya malam ini. Jakarta memang selalu macet tanpa mengenal waktu dan aku sudah terbiasa dengan hal itu.
Laju mobilku terasa sangat lambat, apapun yang kukerjakan tanpa Yudis semuanya terasa sangat lambat. Ketika memasuki pekarangan rumah Yudis kulihat tak ada tanda-tanda kehidupan disana alias sepi sekali.
Akupun langsung turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu rumah yang telah kuanggap rumahku sendiri. Karena aku sudah menganggap Yudis dan keluarganya adalah bagian dari hidupku karena kami sudah lumayan lama berpacaran. Selama hampir enam tahun terakhir ini hari-hariku pasti selalu bersama Yudis, karena kami adalah teman satu kantor sebelumnya.
Tok, tok, tok. Tak lama pintu rumah dibuka oleh bibi, sosok wanita keibuan dan salah satu pembantu yang bekerja untuk keluarga Yudis.
“ Selamat malam bibiku, Mas Yudis ada gak bi ? Udah tiga hari nih Mytha gak ketemu sama mas Yudis….!!!”
Dengan wajah gugup bercampur bingung bibi menatapku. Aneh pikirku, tidak biasanya bibi menatapku seperti itu.
“ Bi, ditanya kok malah bengong,,,??? Mas Yudisnya ada apa enggak bi,,,???
“ Ma….. Maaf non, Mas Yudis pergi non ke Masjid non,,,,!!!” Dengan gugup bibi menjawab pertanyaanku.
“ Ooowh, tumben banget mas Yudis ke masjid, tapi mama sama yang lain adakan dirumah,,,???”
“ Semuanya pergi ke mesjid non,,,!!!” Masih dengan ekspresi yang malah ada rasa takut terpancar dimatanya ketika menatapku.
“ Ke mesjid semua,,,??? Tumben banget sih bi, emangnya ada acara apa bi kok Mytha gak diundang sih,,,???”
“ Mmmh, anu non, mmh…..”
“ Anu apa bi, iish bibi nih ditanya malah gitu, masuk dululah kok malah berdiri didepan pintu sih,,!!!” Akupun menerobos masuk kerumahnya Yudis.
“ Eeh, iya non masuk non “
“ Ini juga udah masuk dari tadi, bi pertanyaan Mytha dari tadi belum dijawab dari tadi ada acara apa sih kok tumben-tumbenan semuanya pada kemesjid,,,???” Tanyaku lagi dengan serius.
“ Semuanya kemesjid karna acara akad nikah mas Yudis sama non Ira malam ini non.” Dengan sekuat hati bibi mengatakannya kepadaku.
Bagai tersambar petir aku mendengar ucapan bibi, Yudis menikah dengan sahabatku sendiri. Akupun tak kuasa menopang tubuhku sendiri bahkan menopang nyawaku sendiripun aku tak sanggup.
Gerimis menemani sore hariku yang kelam tak ubahnya seperti kursi roda ini yang sudah hampir setahun menemaniku setelah kejadian yang membuat aku dan hidupku tak berdaya, aku mengalami kecelakaan saat aku menuju kemesjid tempat Yudis dan Ira menikah. Mobil truk yang mendadak oleng malam itu menabrak mobilku dan membuat hidupku harus bergantung dengan kursi roda ini.

Muara Bungo, 11 April 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perahu Kertas

"TANTE"

" BODOH "