Postingan

Merpati Terbang

Merpati yang singgah kini harus kembali lagi kesarangnya. . . . Hanya helaian bulunya yang masih tertinggal dan menempel didinding ruang tempat dia dulu mencuri hati. . . .  Kini ruang itu kembali menjadi ruang  hampa kedap udara dan semakin menyesakkan dada. . . .  Karna dikala senja tiada lagi pipi yang merona karna canda tawanya. . . .

Maafkan Aku Jika Kau Sepertiku

Jarimu yang tertusuk duri membuatmu perih. Kau agak meringis menahan sakit waktu itu. Kau berusaha mengeluarkan duri yang tertancap dijari kelingkingmu. Aku hanya duduk terdiam melihat ekspresimu. Aku tidak berusaha melakukan sesuatu untuk membantumu karna aku takut akan tambah melukai jari indahmu. Kau masih terus menyetir mobilmu walaupun aku tahu kau menahan akit waktu itu. Lalu tiba-tiba kau menggenggam tanganku dan memintaku untuk mengeluarkan duri kecil yang terselip diantara daging jari indahmu. Akupun meraih jari kelingkingmu yang dua kali lebih besar dari jari kelingkingku. Kutekan-tekan jarimu berulang kali dan kau hanya terenyum menahan perih. Kutekan jari indahmu sekali lagi lebih keras dari sebelumnya tetapi bukan duri yang menempel pada jarimu yang keluar melainkan darah segarmu. Kutatap matamu, kutelusuri sampai ketitik hitamnya. Lalu kau hanya terenyum dan menyuruhku untuk menghisap darah yang keluar dari jari kelingkingmu. Aku ragu untuk melakukannya,...

CERITA RIMBI Part I

“ Yah, ibu cantik ya ? “, aku bertanyakepada ayahku yang sedang sibuk membaca koran paginya. “ Iya, ibu cantik! “. Jawab ayahku sekenanya. “ Yah, ibu baik ya ? “, tanyaku lagi mengusik konsentrasinya. “ Iya, ibu baik ! “. Ayah hanya mengulang-ulang pertanyaanku. “ Yah, kalau ibu baik kenapa ibu ninggalim kita berdua ya ? “. Ayah tak menjawab pertanyaanku, ia langsung melipat koran yang sedang ia baca lalu beranjak meninggalkanku sendiri. Begitulah setiap kali jika aku bertanya mengapa ibu meninggalkan kami berdua. Ayah tak ingin dan tak pernah mau menjawab, dan aku akupun hanya bisa menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi. Namaku Rimbi. Kata ayah namaku itu singkatan dari namanya dan nama ibu. Rima dan Bima.  Aku memang dibesarkan ayah dari bayi kata pamanku. Ibu meninggalkan kami begitu saja ketika aku masih berusia beberapa hari. Entah apa sebabnya sampai ia meninggalkan kami, tetapi aku tak begitu menghiraukannya karena bagiku kasih sayang ayah sudah lebih dari cukup untu...

28 SEPTEMBER

            28 September 2011, jam : 06.30             Hujan deras tadi malam masih menyisakan bekas-bekasnya. Pagi ini semuanya masih tampak basah. Daun, pepohonan, jalanan bahkan gubukkupun masih basah terkena guyuran hujan semalam. Memang hujan tadi malam itu sangat hebat, hujan deras yang disertai angin dan petir mengingatkanku akan kejadian beberapa tahun silam. Sambil melamun dibawah pohon beringin didekat gubukku, aku mencoba mengingat-ngingat kejadian yang menimpaku dan pacarku ketika itu.             28 September 2008, jam : 09.30             Pagi ini aku senang sekali karena aku akan pulang kerumah nenekku yang ada di Bulian untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besarku. Pastinya aku tidak pergi sendiri, melainkandengan pacarku tercinta. Kebetulan ia...

E-MAILKU

“ Succiiii, aku duluan yaaach, dadaaaah,,,,!!!!” “ Eeeh iya riska, dadaaah jugaaa,,,” Akhirnya berakhir juga kelasku yang membosankan, gara-gara pelajaran biologi mulutku tadi tidak berhenti menguap. Kupercepat langkah kakiku menuju gerbang sekolah, lalu dengan terburu-buru aku menaiki ojek yang baru saja berhenti tepat didepanku. “ My net bang,,,!!!” kataku kepada tukang ojek itu. Dan tidak sampai 15 menit aku sudah sampai ketempat tujuanku. Hmmm, rutinitasku sehari-hari memang pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah tapi mampir kewarnet. Karna kalau pulang dulu lalu baru kewarnet sepertinya ribet sekali. Lagian kalau sudah sampai rumah terkadang aku sudah tidak sempat lagi kemana-mana, bukan tidak sempat sih tapi lebih tepatnya males, heheheh. “ Siaaang mbaaaa,,,,??? Kusapa mbak-mbak berjilbab penjaga warnet yang selalu setia didepan layar monitor “ Siang juga de”,,,!!! Mba berjilbab yang bernama Juli itupun membalas sapaanku. Aku langsung bergegas menuju biling ketiga tempa...

“ PERDEBATAN HATI “

A : “ Haiii,,,,,,” B : “ Hai jugaa,,,” A : “ Ganggu gak,,,???” B : “ Gak kok,,,^_^” A : “ Kok bengong,,,??? B : “ Hmmm, gak apa-apa kok,,,,” A : “ ………” B : “ Boleh nanya gak,,,???” A : “ Boleh, mau nanya apa,,,???” B : “ Kamu pernah disakitin seseorang gak,,,???” A : “ Disakitin gimana maksud kamu,,,???” B : “ Yaaach, disakitin,,,,,,” A : “ Ditonjok orang gitu,,,???” B : “ Yeeee,,,Bukaaaan,,,,,!!!” A : “ Teruus,,,??? Ditonjok orang juga disakitinkan,,,???” B : “ Iya siih, ditonjok emang sakit tapi sakitnya lebih dari ditonjok,,,!!!” A : “ Maksudnya,,,,??? B : “ Pernah ditinggalin sama orang yang kita sayang gak,,,???” A : “ Haghagagahgah,,, Oowh, ngomong donk,,,!!!” B : “ Pernah gak,,,???” A : “ Gak….!!!” B : “ Sama sekali,,,????” A : “ Sama sekali gak pernah, malah aku yang sering ninggalin,,,!!!” B : “ Maksudnya,,,???” A : “ Dari tadi maksudnya-maksudnya terus, tadikan loe nanya gue udah jawab loe masih juga nanya maksudnya lagi,,,,!!!” B : “ Gue nan...

" BODOH "

Bodoh.... Tenggelam dalam kebodohan... Menjadi sangat bodoh.... Amat bodoh... Bodoh kuadrat... Didalam kebodohan terselip kebodohan yang amat sangat bodoh sehingga bodoh itu semakin menjadi-jadi.... Padahal sebenarnya tidak bodoh... Hanya pura-pura bodoh agar dianggap bodoh... Bodohnya orang yang pura-pura bodoh walau.... Walau sebenarnya benar-benar bodoh... Janganlah bodoh itu dipublikasikan agar terlihat bodoh.... Atau jangan-jangan pura-pura bodoh agar bisa membodoh-bodohi dan dibodoh-bodohi... Sebenarnya cuma kata-kata bodoh tapi akan lucu jika orang yang mengatakan orang bodoh padahal dirinya sendiri juga bodoh... Orang bodoh kok berkata bodoh.... Jika memang bodoh akui saja dalam hati kebodohan itu... Jangan pura-pura tidak tahu kalau bodoh...!!! Aaaaaachhhh... Bodoooooh sekali....!!!! Muara Bungo, 22 September 2011