E-MAILKU



“ Succiiii, aku duluan yaaach, dadaaaah,,,,!!!!”
“ Eeeh iya riska, dadaaah jugaaa,,,”
Akhirnya berakhir juga kelasku yang membosankan, gara-gara pelajaran biologi mulutku tadi tidak berhenti menguap. Kupercepat langkah kakiku menuju gerbang sekolah, lalu dengan terburu-buru aku menaiki ojek yang baru saja berhenti tepat didepanku.
“ My net bang,,,!!!” kataku kepada tukang ojek itu.
Dan tidak sampai 15 menit aku sudah sampai ketempat tujuanku. Hmmm, rutinitasku sehari-hari memang pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah tapi mampir kewarnet. Karna kalau pulang dulu lalu baru kewarnet sepertinya ribet sekali. Lagian kalau sudah sampai rumah terkadang aku sudah tidak sempat lagi kemana-mana, bukan tidak sempat sih tapi lebih tepatnya males, heheheh.
“ Siaaang mbaaaa,,,,??? Kusapa mbak-mbak berjilbab penjaga warnet yang selalu setia didepan layar monitor
“ Siang juga de”,,,!!! Mba berjilbab yang bernama Juli itupun membalas sapaanku.
Aku langsung bergegas menuju biling ketiga tempat favoritku bermain. Yaach seperti biasa jika anak-anak remaja sepertiku sudah ada didepan layar komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet yang paling utama dibuka adalah situs jejaring sosial yang diciptakan oleh pemuda Amerika yang berusia 19 tahun itu. Memang situs yang ia buat itu sangat populer sekali diseluruh dunia. Gak tua, muda semuanya punya. Sampe-sampe tukang bakso yang sering mangkal depan rumah juga punya akun disitus ini.
Dan seperti biasa aku hanya mengecek beranda dan dindingku sekaligus membalas pesan-pesan yang masuk. Sesudah puas aku mengecek beranda aku langsung membuka game online kesayanganku sembari mengerjakan tugas yang diberikan guru sejarahku. Dan ketika aku sedang serius-seriusnya mengerjakan tugas sekaligus bermain game online ( kugh bisa ya main game sekaligus ngerjain tugas,,??? J ) terbesit sekilas dipikiranku untuk membuka e-mailku yang sudah hampir sebulan ini tidak pernah kubuka. Tepatnya setelah kejadian aku mengirim e-mail kepada seseorang yang telah membuatku setengah gila memikirkannya.
Sekilas tak ada apa-apa yang kulihat dikotak masuk e-mailku, hanya laporan-laporan dari situs jejaring sosial milikku saja. Lalu ketika aku ingin menghapus semua isi kotak masuk e-mailku, aku melihat ada sebuah e-mail yang dikirim oleh alamat yang sangat kukenal, yaitu alamat orang yang membuatku setengah gila itu.
Tanganku bergetar mengarahkan kursor mouse untuk membuka e-mail tersebut. Hitungan ketiga e-mail itu sudah terbuka dan aku sudah bisa langsung membacanya. Hatiku menciptakan berbagai rasa ketika mataku bergerak membaca huruf-huruf latin yang tersusun rapi itu. Lalu aku diam dan terpekur untuk beberapa saat. Aku merenungi isi e-mail tersebut dan menyuruh otakku berpikir keras bagaimana cara membalas e-mail ini. Setelah berjuang menyusun kalimat-kalimat yang tepat untuk membalas e-mail tersebut aku langsung mengirim balasan e-mailku itu. Setelah yakin e-mail balasanku terkirim aku buru-buru menyudahi aktivitasku diwarnet dan bergegas pulang. Pikiranku bercabang kemana-mana, hatiku memulai perdebatannya dan mataku terfokus pada satu arah.
Itulah ceritaku yang kualami seminggu yang lalu. Aaaccch seandainya aku tidak membuka e-mail itu atau paling tidak kalau aku tidak terlalu senang mendapatkan balasan e-mail itu pasti sekarang aku masih bisa main kewarnet dan mengecek balasan e-mailku lagi. Gara-gara mobil truk sialan itu sih,,,!!!
Coba mobil truk itu tidak ngebut dan sempat mengerem ketika melihat langkahku yang melenceng ketengah jalan, pasti aku tidak akan terpental jauh dan merasakan mati muda seperti ini….!!!!!




Muara Bungo, 27 Oktober 2011
Jam : 14.59

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perahu Kertas

"TANTE"

" BODOH "