Postingan

28 SEPTEMBER

            28 September 2011, jam : 06.30             Hujan deras tadi malam masih menyisakan bekas-bekasnya. Pagi ini semuanya masih tampak basah. Daun, pepohonan, jalanan bahkan gubukkupun masih basah terkena guyuran hujan semalam. Memang hujan tadi malam itu sangat hebat, hujan deras yang disertai angin dan petir mengingatkanku akan kejadian beberapa tahun silam. Sambil melamun dibawah pohon beringin didekat gubukku, aku mencoba mengingat-ngingat kejadian yang menimpaku dan pacarku ketika itu.             28 September 2008, jam : 09.30             Pagi ini aku senang sekali karena aku akan pulang kerumah nenekku yang ada di Bulian untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besarku. Pastinya aku tidak pergi sendiri, melainkandengan pacarku tercinta. Kebetulan ia...

E-MAILKU

“ Succiiii, aku duluan yaaach, dadaaaah,,,,!!!!” “ Eeeh iya riska, dadaaah jugaaa,,,” Akhirnya berakhir juga kelasku yang membosankan, gara-gara pelajaran biologi mulutku tadi tidak berhenti menguap. Kupercepat langkah kakiku menuju gerbang sekolah, lalu dengan terburu-buru aku menaiki ojek yang baru saja berhenti tepat didepanku. “ My net bang,,,!!!” kataku kepada tukang ojek itu. Dan tidak sampai 15 menit aku sudah sampai ketempat tujuanku. Hmmm, rutinitasku sehari-hari memang pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah tapi mampir kewarnet. Karna kalau pulang dulu lalu baru kewarnet sepertinya ribet sekali. Lagian kalau sudah sampai rumah terkadang aku sudah tidak sempat lagi kemana-mana, bukan tidak sempat sih tapi lebih tepatnya males, heheheh. “ Siaaang mbaaaa,,,,??? Kusapa mbak-mbak berjilbab penjaga warnet yang selalu setia didepan layar monitor “ Siang juga de”,,,!!! Mba berjilbab yang bernama Juli itupun membalas sapaanku. Aku langsung bergegas menuju biling ketiga tempa...

“ PERDEBATAN HATI “

A : “ Haiii,,,,,,” B : “ Hai jugaa,,,” A : “ Ganggu gak,,,???” B : “ Gak kok,,,^_^” A : “ Kok bengong,,,??? B : “ Hmmm, gak apa-apa kok,,,,” A : “ ………” B : “ Boleh nanya gak,,,???” A : “ Boleh, mau nanya apa,,,???” B : “ Kamu pernah disakitin seseorang gak,,,???” A : “ Disakitin gimana maksud kamu,,,???” B : “ Yaaach, disakitin,,,,,,” A : “ Ditonjok orang gitu,,,???” B : “ Yeeee,,,Bukaaaan,,,,,!!!” A : “ Teruus,,,??? Ditonjok orang juga disakitinkan,,,???” B : “ Iya siih, ditonjok emang sakit tapi sakitnya lebih dari ditonjok,,,!!!” A : “ Maksudnya,,,,??? B : “ Pernah ditinggalin sama orang yang kita sayang gak,,,???” A : “ Haghagagahgah,,, Oowh, ngomong donk,,,!!!” B : “ Pernah gak,,,???” A : “ Gak….!!!” B : “ Sama sekali,,,????” A : “ Sama sekali gak pernah, malah aku yang sering ninggalin,,,!!!” B : “ Maksudnya,,,???” A : “ Dari tadi maksudnya-maksudnya terus, tadikan loe nanya gue udah jawab loe masih juga nanya maksudnya lagi,,,,!!!” B : “ Gue nan...

" BODOH "

Bodoh.... Tenggelam dalam kebodohan... Menjadi sangat bodoh.... Amat bodoh... Bodoh kuadrat... Didalam kebodohan terselip kebodohan yang amat sangat bodoh sehingga bodoh itu semakin menjadi-jadi.... Padahal sebenarnya tidak bodoh... Hanya pura-pura bodoh agar dianggap bodoh... Bodohnya orang yang pura-pura bodoh walau.... Walau sebenarnya benar-benar bodoh... Janganlah bodoh itu dipublikasikan agar terlihat bodoh.... Atau jangan-jangan pura-pura bodoh agar bisa membodoh-bodohi dan dibodoh-bodohi... Sebenarnya cuma kata-kata bodoh tapi akan lucu jika orang yang mengatakan orang bodoh padahal dirinya sendiri juga bodoh... Orang bodoh kok berkata bodoh.... Jika memang bodoh akui saja dalam hati kebodohan itu... Jangan pura-pura tidak tahu kalau bodoh...!!! Aaaaaachhhh... Bodoooooh sekali....!!!! Muara Bungo, 22 September 2011

" INDONESIAKU "

Pipinya merona meratapi hatinya yang merana,,, Jiwanya menjadi bengis karena asanya terkikis,,, Hatinya menangisi nasibnya yang sadis,,, Rasanya hilang tertutup alang-alang yang berang,,, Menangislah Ibu Pertiwi begitupun aku,,, Tubuh yang kerdil, menggigil, menyadari diri sendiri sangat tengil,,, Padahal otaknya hanya sebesar upil,,, Karna sudah tak punya malu akhirnya jadi benalu,,, Itulah Pemimpin Negaraku,,,, Bilangnya ingin bersatu agar negeri maju,,, Padahal tujuannya biar bisa minta melulu,,, Agar bisa memenuhi saku baju,,, Itulah Pemimpin Indonesiaku,,, Tak tahu adat, kerjanya ngadat, tapi selalu ingin naik pangkat,,,!!! Tak tahu nafas rakyatnya sudah megap-megap karna sekarat,,,!!! Itulah Tanah Airku,,, Paceklik dilumbung padi,,, Pembantu dirumah sendiri,,, Senangnya membodohi dan dibodohi,,, Walau begini, aku masih akan tetap cinta Ibu Pertiwi sampai mati,,,,!!!! Muara Bungo, 20 September 2011

Perahu Kertas

Biarlah cintaku dihanyut ombak sampai jauh,,, Karena mencinta hanya untuk mereka para pecinta,,, Sedang aku hanya seonggok jasad yang selalu gagal dalam percintaan meski sudah berjuang separuh nyawa,,,!!!! Muara Bungo, 05 September 2011 Jam : 12.37

:)

Puisi ini kukirim untu seseorang disana yang selalu tulus menyayangiku,,, Sajak inikutulis untuk seseorang disana yang selalu resah karnaku,,, Kuingat samar-samar raut wajah yang beberapa waktu lalu pernah menemaniku menikmati indahnya sinar surya yang perlahan-lahan hilang ditelan senja,,, Kuingat samar-samar senyum indah yang beberapa waktu lalu pernah menghiasi hari-hari penatku,,, Kuingat samar-samar belaian lembut yang beberapa waktu lalu pernah menenangkanku ketika nasib sedang mempermainkanku,,, Yaaach, hanya samar-samar,,, Karna sekarang ia telah pergi untuk suatu keputusan yang tepat dan tak lupa memberiku suatu kotak kecil yang tak terlihat,,, Yang berisikan kenangan-kenangan yang mungkin bisa membuat tersenyum suatu saat ketika membukanya,,,, Muara Bungo, Kamis 07 Juli 2011