" INDONESIAKU "
Pipinya merona meratapi hatinya yang merana,,,
Jiwanya menjadi bengis karena asanya terkikis,,,
Hatinya menangisi nasibnya yang sadis,,,
Rasanya hilang tertutup alang-alang yang berang,,,
Menangislah Ibu Pertiwi begitupun aku,,,
Tubuh yang kerdil, menggigil, menyadari diri sendiri sangat tengil,,,
Padahal otaknya hanya sebesar upil,,,
Karna sudah tak punya malu akhirnya jadi benalu,,,
Itulah Pemimpin Negaraku,,,,
Bilangnya ingin bersatu agar negeri maju,,,
Padahal tujuannya biar bisa minta melulu,,,
Agar bisa memenuhi saku baju,,,
Itulah Pemimpin Indonesiaku,,,
Tak tahu adat, kerjanya ngadat, tapi selalu ingin naik pangkat,,,!!!
Tak tahu nafas rakyatnya sudah megap-megap karna sekarat,,,!!!
Itulah Tanah Airku,,,
Paceklik dilumbung padi,,,
Pembantu dirumah sendiri,,,
Senangnya membodohi dan dibodohi,,,
Walau begini, aku masih akan tetap cinta Ibu Pertiwi sampai mati,,,,!!!!
Muara Bungo, 20 September 2011
Jiwanya menjadi bengis karena asanya terkikis,,,
Hatinya menangisi nasibnya yang sadis,,,
Rasanya hilang tertutup alang-alang yang berang,,,
Menangislah Ibu Pertiwi begitupun aku,,,
Tubuh yang kerdil, menggigil, menyadari diri sendiri sangat tengil,,,
Padahal otaknya hanya sebesar upil,,,
Karna sudah tak punya malu akhirnya jadi benalu,,,
Itulah Pemimpin Negaraku,,,,
Bilangnya ingin bersatu agar negeri maju,,,
Padahal tujuannya biar bisa minta melulu,,,
Agar bisa memenuhi saku baju,,,
Itulah Pemimpin Indonesiaku,,,
Tak tahu adat, kerjanya ngadat, tapi selalu ingin naik pangkat,,,!!!
Tak tahu nafas rakyatnya sudah megap-megap karna sekarat,,,!!!
Itulah Tanah Airku,,,
Paceklik dilumbung padi,,,
Pembantu dirumah sendiri,,,
Senangnya membodohi dan dibodohi,,,
Walau begini, aku masih akan tetap cinta Ibu Pertiwi sampai mati,,,,!!!!
Muara Bungo, 20 September 2011
Komentar
Posting Komentar