”PENGALAMAN BERSAMA TUHAN"



Jika ditanya tentang pengalaman bersama Tuhan rasanya mungkin bisa berlembar-lembar panjangnya  saya ceritakan karena banyak sekali mukzizat yang saya rasakan yang diberikan oleh Tuhan kepada saya. Yang jelas saya sangat merasakan sekali keajaiban-keajaiban dari Tuhan untuk saya, baik itu sebuah berkah ataupun sebuah musibah. Dari itu saya belajar bahwa apapun yang diberikan Tuhan untuk kita patutnya harus sangat kita syukuri.
            Ada beberapa keajaban dari Tuhan yang paling saya rasakan, dan itu benar-benar membuat saya merasakan keberadaannya disekitar saya dan saya sangat meyakini apapun yang kita lakukan Tuhan selalu ada bersama saya dan Tuhan sangat menyayangi saya. Dari sekian banyak kisah yang saya alami, saya akan menceritakan tiga pengalaman saya yang paling menakjubkan selama saya 20 tahun saya hidup didunia.
            Kisah Pertama :
Ketika itu saya masih SD dan saya hidup diJakarta, susahnya hidup diJakarta sudah saya alami dari saat saya masih umur 6tahun. Keluarga saya bisa dikatakan keluarga yang kurang mampu, atau bahkan bisa dibilang sangat kekurangan padahal jika anda tahu keluarga besar saya adalah keluarga yang sangat kaya, rata-rata orang berpengaruh didunia politik dan bisnis tetapi Jakarta sudah mengubah mereka menjadi orang yang sangat tidak peduli bahkan dengan keluarganya sendiri. Tetapi memang dari keluarga saya sajalah yang sedikit mempunyai nasib agak berbeda. Untuk makan saja sehari-hari sangat susah sekali, setiap mempunyai modal untuk berdagang selalu ludes (rugi) karena barang yang dijual sering tidak laku. Ketika itu saya tinggal bersama nenek, ada dua orang om dan satu tante saya yang saat itu belum bekerja karena lapangan pekerjaan tidak ada dan ayah saya yang tidak bekerja juga karena ada PHK besar-besaran ketika itu
Untuk makan saja, kedua om saya tidak jarang mengamen, memancing ikan atau mencari pekerjaan sana-sini dari temannya untuk bisa membantu keuangan nenek saya yang saat itu hanya mengandalkan uang pensiun sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Amat sanat susah ketika itu sampai akhirnya tante saya memutuskan untuk menikah dengan orang Sumatra dan kami sekeluarga akhirnya hijrah ke Sumatra tepatnya di jambi.
            Kisah Kedua :
Ketika hidup dei Sumatra perlahan-lahan kondisi keuangan keluarga saya membaik, walaupun banyak kejadian-kejadian yang sangat tidak menyenangkan yang kami alami ketika disana tetapi dengan izin Tuhan kami semua bisa survive disana. Saya pun tumbuh dan besar disana, SMP saya lumayan maenyenangkan. Dan ketika SMA saya mendapatkan musibah kecelakaan, ketika saya sedang mengendarai motor saya ditabrak oleh mobil hingga mesin motor saya pecah menjadi dua bagian dan orang-orang menyangka saya sudah meninggal, tapi dengan mukzizat Tuhan saya masih bisa hidup hingga sekarang walapun kaki kanan saya cacat hingga sekarang, tetapi saya tidak pernah mengeluh dan menerima cobaan yang diberi Tuhan karena saya yakin Tuhan akan memberikan mukzizatnya. Dan benar saja berkah demi berkah saya dapatkan. Saya menjadi banyak teman, mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus, mendapatkan pengalaman yang mungkin orang seusia saya jarang mengalaminya padahal sebelum terjadinya kecelakaan saya tidak mempunyai teman, selalu sendiri, cenderung pemalu, dan minder.
Jadi apapun masalah yang diberikan oleh Tuhan pasti diikuti berkah didalamnya.
            Kisah Ketiga :
Ketika saya mendekati ujian nasiaonal, banyak teman-teman saya sudah merencanakan akan melanjutkan pendidikan kemana, banyak universitas yang melakukan promosi kesekolah saya, dan teman-teman saya sudah benar-benar mempersiapkan diri untuk kuliah. Saya sempat drop dan menjauh dari teman-teman saya karena saya tahu saya sangat tidak mungkin bisa berkulia karen walaupun keuangan keluarga saya membaik tetapi kuliah masih dirasa sangat tidak mungkin. Sampai akhirnya ketika saya membuka facebook dan dan membuka halaman situs sekolah saya, saya melihat ada promosi beasiswa dari UKI, dan dengan sedikit agak ragu saya mencoba tes seleksi beasiswa tersebut tanpa persiapan apa-apa karna saya pikir ini pasti sangat membutuhkan biaya juga akhirnya.
Waktu demi waktu saya tunggu kabar dari UKI, saya pikir tidak saya tidak lolos karena pihak UKI berjanji akan mengabarkan berita kelulusan setelah berita SMPTN keluar, tetapi sebulan setelah SMPTNpun UKI belum ada kabarnya.
Akhirnya mukzizat Tuhan datang lagi, saya dikabarkan lulus dari tes seleksi dan akan secepatnya berangkat keJakarta tanpa biaya sedikitpun. Alhamdulillah tidak henti-hentinya saya mengucap syukur pada Tuhan, tanpa saya minta, tanpa saya merengek, tanpa saya mengeluh Tuhan sudah memberikan apa yang saya mau bahkan lebih-lebih dari apa yang saya bayangkan.
Dan buktinya saya bisa disini dan membuat tugas yang diberikan oleh dosen saya, Pdm. Stephanus Daniel.
            Begitulah pengalaman saya bersama Tuhan, Tuhan sangat-sangat kasih kepada saya, sangat menyayangi saya, sangat memperhatikan saya walaupun terkadang saya suka lupa, lalai, sombong,dan sifat jelek saya lainnya tetapi Tuhan selalu pemurah kepada saya, selalu memberikan keberkahan yang amat sangat berlimpah kepada saya, itulah Tuhan.
            Bersabarlah, karena Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan bahkan lebih dari yang kita harapkan.

JFINJ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perahu Kertas

"TANTE"

" BODOH "