"TANTE"
“ Koran, koran koran, korannya pak, korannya bu,,,!!! Pekikku mengalahkan suara deru mobil-mobil mewah yang setiap hari membuat ibukota selalu macet. Sudah tiga jam aku berteriak-teriak tapi koranku masih belum laris juga, sudah hampir tujuh tahun aku menjadi tukang koran. Pekerjaan yang sudah mendarah daging sepertinya. Dari kecil aku dilahirkan dikota pengap ini, jalanan adalah tempat permainanku. Aku putus sekolah ketika aku duduk dikelas empat SD. Maklum ayahku hanya tukang sol sepatu dan ibuku sudah meninggal sejak aku lahir, itupun kata ayahku. Karena hari sudah beranjak sore akupun memutuskan untuk pulang, sebelum itu aku akan mampir kekios bang Ucok untuk mengembalikan koran yang belum laku. Lorong-lorong pengap sudah biasa bagiku, selokan berbau busuk teman setiaku yang selalu menyapaku setiap pagi dan sore karena selama empat belas tahun aku sudah menjadi bagian dari mereka. Ekonomi dan kejamnya persaingan diibukota yang mengharuskan aku tinggal ditempat yang tidak layak be...