Ke-25

Udahlah nat, kamu jangan nangis lagi. Kalo kamu nangis terus aku bakal pergi lho! ".
Ucapku kepada sahabat yang paling kucinta, begitulah kata - kata yang slalu aku lontarkan jika Nata tiba - tiba menangis ketika melihat wanita memakai jilbab, ia trauma melihat wanita berjilbab karena dahulu pacarnya direbut oleh wanita berjilbab. Aku selalu memeluknya jika ia menangis mengusap lembut kepalanya. Aku mengenal Nata ketika kami masih SMA dulu. Pertemanan yang tidak disengaja membuatku langsung jatuh hati padanya. Sikapnya yang ceria, dan selalu membuat suasana menjadi menyenangkan yang membuatku nyaman didekatnya. Hanya satu hal yang membuat ia selalu menangis yaitu ARI mantan pacarnya.Walaupun Nata dan Ari sudah lama berpacaran tetapi sikap Ari yang egois dan selalu ingin menang sendiri yang membuat Ari selalu menyakiti Nata. Aku sering skali mengingatkannya untuk memutuskan hubungannya dengan Ari.
" Aku gak bisa Sya, aku sayang banget sama dia walaupun dia kayak gitu. Aku tahu dia berbuat seperti itu karena dia sayang sama aku Sya ".
Itulah kata - kata yang sering kudengar tiap aku mengingatkannya. Hatiku sakit dan perih manakala bila aku melihat Nata selalu menangis tersedu - sedu karena ulah pacarnya yang sampai saat ini membuat ia trauma. Aku tahu rasa ini salah, salah karna aku mencintai sahabatku sendiri.
 Aku tertegun dari lamunanku ketika Nata menyentuh pipiku dengan lembut setelah ia lelah menangis.
"Sya, hari ini kamu jangan pulang ya ??? Temenin aku dikosan, aku lagi gak mau sendirian ".
Tak ada kata yang terucap dari bibirku, hanya senyuman dan anggukan kepalaku sebagai penanda persetujuanku.
Aku memang sering tidur menemaninya ketika ia sedang bersedih. Aku tahu pelukan hangatku dan belaian dikepalanya selalu membuat ia nyaman. Kupeluk erat tubuhnya dan kuciumi setiap helai rambutnya. Ketika aku ingin mencium keningnya kukira ia sudah tidur dan akupun tersentak kaget.
" Sya, makasih ya kamu udah nemenin aku disini, aku gal tahuapa jadinya kalo gak ada kamu...."
" Iya, sma - sama nenk, aku kira kamu udah tidur. Ya udah sekarang kamu istirahat ya,,,??? Aku gak mau kamu nangisin orang yang udah buat kamu kecewa berulang - ulang....!!!"
" Iya Sya, ngomong - ngomong dari pertama kita kenal aku belum pernah liat pacar kamu Sya,,,????"
Aku tertegun mendengar pertanyaan dari Nata yang tidak pernah aku duga. Seandainya kau tahu bahwa aku begitu mencintaimu Nat.
" Aku emang males pacaran bawel, ntar kalo aku punya pacar siapa yang jagain kamu coba,,,???? Bisa - bisa pacarku cemburu lagi sama kamu karna perhatianku lebih banyak ke kamu bukan ke dia.
Genggaman tangan Nata yang erat menandakan ia membenarkan kata - kataku. Malampun semakin larut dan membuaiku kedalam mimpi.
Hari -hariku selalu bersama Nata, mungkin karna kami satu universitas, walaupun kami berbeda jurusan sesibuk apapun aku selalu meluangkan waktuku bersama Nata. Aku memang jarang pulang kerumah karna aku malas bertemu dengan ayahku dan istri mudanya. Ibuku meninggal saat aku masih kelas 2 SMA. Faktor terbesar penyebab ibuku meninggal adalah ayahku yang ingin menikah lagi. Itu yang membuat ibuku depresi berat dan akhirnya meninggal. Keluargaku memang orang yang berada, dari kecil aku selalu dilimpahi materi tetapi itu semua tidak membuatku bahagia.
Aku melirik arlojiku dan benar sekarang sudah jam 13.15 waktunya aku menjemput Nata untuk makan siang. 
Ada perasaan cemburu yang amat besar ketika melihat Natabercanda akrab dengan teman - temank lelakinya. Tetapi aku harus selalu meredamnya agar Nata tak curiga kepadaku. Biasanya aku mendiaminya kalau sudah begini, tetapi Nata sangat peka pada setiap perubahan sikapku walaupun aku yakin ia tak tahu penyebab perubahan sikapku. 
Aku memang tak pernah bisa lama mendiaminya karna Nata selalu tahu cara membuatku untuk selalu tertawa. Aku yakin Nata menyayangiku tulus sebagai sahabat dan kakaknya dan akupu tidak akan bisa meminta lebih karna itu takkan mungkin.
Sore yang indah, aku sudah bersiap - siap ingin menjemput Nata untuk mengajaknya menonton film. Ketika aku membuka pintu kulihat Nata sedang berusaha melakukan bunuh diri, secepat kilat aku berlari dan menubruk badannya. Pisau lipat yang hendak ia pakai untuk memotong nadinya terlempar kekolong kasur. 
" Nat, kamu udah gila ya,,,??? Apa yang kamu lakuin Nat,,,??? Ada apa,,,???"
" Aku gak sanggu Nat, aku gak sanggu liat Ari dengan cewek lain, aku gak sanggup sama perlakuan orang tuaku ke aku Sya. Aku gak mau ngerepotin dan ngebebanin kamu terus Sya,,???"
Nata yang pucat pasi langsung memelukku sambil menangis tersedu - sedu.
" Nat, ada aku, aku yang bakal ngelindungin kamu, aku yang bakal menuhin semua kebutuhan kamu kalo perlu kamu pindah keapartemen aku seperti yang aku usulkan dulu,,,!!!! Semuanya aku bakal aku lakuin buat kamu Nat karna aku sayang banget ma kamu aku cinta ma kamu Nat,,,!!!!"
Tak sadar kata - kata itu keluar dari mulutku, aku lepas kontrol karena hatiku hancur dan terluka melihat keadaan Nata yang seperti ini.
Dan seperti dugaanku Nata sangat kaget dan melepaskan pelukannya. Tetapi semuanya sudah terlanjur danmau tidak mau akhirnya kuungkapkan semuanya kepada Nata. 
" Dari awal kita bertemu aku sudah jatuh cinta sama kamu Nat, aku tahu ini memang salah tapi aku tidak bisa membohongi hatiku sendiri. Aku makin menyayangimu karna ternyata kita mempunyai latar belakang yang sama Nat, bedanya kamu gak "sakkit" seperti aku Nat.
Nata masih terdiam dan terlihat sangat syock setelah mendengar kata - kataku.
" Aku sakit Nat, aku benci laki - laki, aku mencintaimu Nat. Bertahun - tahun aku memendam perih Nat. Hatiku selalu perih setiap melihat kamu menangis karna pacar kamu yang dulu, hatiku hancur ketika meliahat kamu disakiti oleh Ari. 
Aku tahu usapan lembutku dikepalanya selalu membuat ia lebih tenang.
" Kau boleh menjauhiku, membenciku bahkan jijik padaku tapi rasa sayangku ke kamu akan mengikuti setiap langkahmu pergi.
Aku tersentak kaget tiba - tiba Nata memelukku dengan erat, ia menangis dipelukanku dan akupun membalas pelukannya dengan erat dan kali ini tanpa batasan apapun.
" Aku kira kamu bakal membenci aku Nat,,????"
" Kenapa aku harus membenci orang yang selalu tulus menyayangiku dan menjagaku,,,??? Terima kasih Sya kamu udah sayang sama aku,,,!!!!!" 
" Apa kamu tidak jijik dan sama aku Nat,,,??? Apa kamu masih mau berteman denganku Nat setelah kamu tahu semuanya,,,??? Karna aku tahu aku tidak akan bisa memintamu atau memaksamu mempunyai perasaan yang sama sepertiku karna aku sangat menghargaimu Nat,,,!!!
Tak ada jawaban apapun darinya selain pelukannya yang erat.
Sore yang indah di Pulau Dewata kami nikmati bersama. 
" Nat, apa kamu gak merasa risih setealh kamu tahu yang sebenarnya,,,??? Tahu bahwa aku sangat mencintaimu,,,???
Aku sangat kaget ketika tiba - tiba Nata mengecup pipiku.
" Nona Tasya Sucinah Indra, kamu adalah sahabat sekaligus kakak yang paliing kusayang dan akan selamanya begitu, aku akan selalu menerima keadaan kamu sama seperti kamu menerima kelebihan dan kekuranganmu.Cinta itu anugerah Sya, hak seseoramg untuk mencintai dan dicintai walaupun itu salah. Jujur aku lebih menghargai orang - orang seperti kamu Sya karna kalian lebih bisa menghargai "CINTA". Tidak seperti orang - orang normal lainnya yang menganggap "CINTA" hanya dalam 2 hal yaitu NAFSU dan KEBUTUHAN....!!!!"
Aku terdiam mendengar kata - kata yang keluar dari bibir Nata ia tersenyum melihatku, kurenungi sesaat dan akupun membalas senyumannya. AKu tak dapat berpikir apapun yang kutahu diumurku yang ke - 25 tahun ini sore ini adalah sore terindah sepanjang hidupku.





Muara Bungo, 22 Januari 2011
Ditulis dikelas XI. IPA 1 SMAN 4 Muara Bungo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perahu Kertas

"TANTE"

" BODOH "