Jarimu yang tertusuk duri membuatmu perih. Kau agak meringis menahan sakit waktu itu. Kau berusaha mengeluarkan duri yang tertancap dijari kelingkingmu. Aku hanya duduk terdiam melihat ekspresimu. Aku tidak berusaha melakukan sesuatu untuk membantumu karna aku takut akan tambah melukai jari indahmu. Kau masih terus menyetir mobilmu walaupun aku tahu kau menahan akit waktu itu. Lalu tiba-tiba kau menggenggam tanganku dan memintaku untuk mengeluarkan duri kecil yang terselip diantara daging jari indahmu. Akupun meraih jari kelingkingmu yang dua kali lebih besar dari jari kelingkingku. Kutekan-tekan jarimu berulang kali dan kau hanya terenyum menahan perih. Kutekan jari indahmu sekali lagi lebih keras dari sebelumnya tetapi bukan duri yang menempel pada jarimu yang keluar melainkan darah segarmu. Kutatap matamu, kutelusuri sampai ketitik hitamnya. Lalu kau hanya terenyum dan menyuruhku untuk menghisap darah yang keluar dari jari kelingkingmu. Aku ragu untuk melakukannya,...